Archive for the ‘flu-batuk-pilek’ Category

Mencegah Paru-paru Basah

Februari 2, 2008

PASTI banyak di antara kita yang memiliki ruang santai dengan karpet yang menghampar sehingga kita sering tertidur dengan hanya beralaskan karpet bahkan tidur di lantai. Bahkan banyak juga yang masih menggunakan kasur langsung beralaskan lantai. Sebaiknya bagi yang memiliki kebiasaan tidur seperti di atas harus mulai waspada jika merasakan gejala sering sesak napas, batuk- batuk berdahak, dan nyeri dada. Bisa jadi gejala itu adalah tanda-tanda paru-paru basah. Bagi yang belum mengalami gejala di atas, sebaiknya ganti cara istirahat tidurnya. “Sebaiknya gunakan ranjang yang agak tinggi karena ranjang yang tinggi akan menghindarkan dari menghirup uap air yang berasal dari lantai. Namun bagi yang sudah merasakan gejala di atas, berhati-hatilah dan segera periksa ke dokter,” kata dr Zen Ahmad.

Biasanya seseorang yang dinyatakan menderita paru-paru basah akan menjalani terapi hingga 6 bulan. Bila benar dinyatakan menderita paru-paru basah, atau merasa mengalami gejala sesak napas, batuk dan sebagainya, Prof dr Hembing menyarankan cara herbal untuk pengobatan. Misalnya, daun Pegagan dan daun Sambiloto. Herbal ini terbukti mampu membantu penyembuhan paru- paru basah. Biasanya pengaruh yang dirasakan pertama adalah hilangnya rasa sesak napas dan nyeri pada dada. (sin)

sumber: Sriwijaya Post

Iklan

Anion=Ion Negatif Yang Berdampak Positif

Desember 13, 2007

Rahasia Piramida Kuno di Mesir
Piramida Mesir bukan hanya menyimpan misteri mummi. Para peneliti yang bekerja di salah satu keajaiban dunia itu mengungkapkan keheranannya karena tubuhnya menjadi lebih sehat. Penderitaan berupa pegal-pegal pun hilang. Padahal mereka tidak pernah minum jamu pegal linu seperti aksi Topan dalam iklan jamu…

Sampah berupa sisa makanan dan bangkai hewan yang tercecer di area piramida juga luput dari pembusukan. Hal tersebut telah menarik minat para peneliti untuk menyelidiki sebab musababnya. Makanan dan menjadi busuk akibat aktivitas bakteri menguraikan senyawa organik. Jika tidak terjadi pembusukan, berarti aktivitas bakteri pembusuk terhambat oleh beberapa faktor yaitu:

  • lingkungan bersuhu ekstrem, yaitu suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah seperti di kutub/ruang pendingin atau kawah gunung berapi
  • ruang hampa udara seperti di luar angkasa
  • lingkungan perairan yang mengandung sulfur dalam jumlah banyak

Ketiga kondisi tersebut tidak ditemukan dalam piramida. Para peneliti dari lembaga riset pertanian di Amerika kemudian membuat eksperimen menggunakan ayam. Ayam-ayam tersebut dikelompokkan menjadi dua grup dan ditempatkan di ruang yang mengandung bakteri. Ayam-ayam pada grup pertama diberi ion negatif, sedangkan grup kedua tidak diberi apa-apa. Setelah beberapa hari, ternyata semua ayam pada grup kedua mati. Sebaliknya, ayam pada kelompok pertama tetap sehat dan bugar. (more…)

WASPADAI BATUK YANG BUKAN BATUK BIASA

Agustus 2, 2007

Sering kali kita menyepelekan batuk dan pilek. “ Ah, Cuma batuk,” atau “ah, Cuma pilek.” Ucapan itu sering terdengar dari mulut penderita. Kita beranggapan dengan minum obat batuk dan pilek yang dibarengi dengan istirahat, masalah akan teratasi. Meskipun kedengarannya mudah dan biasa, masalah batuk sebenarnya tidaklah demikian.
Bila merujuk ke data dari Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI pada 2004, infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA) berada di sepuluh besar penyakit dan kematian di rumah sakit di Indonesia. Dengan jumlah 1.040.505 atau sama dengan 8.5% dari seluruh kunjungan pasien ke rumah sakit, penyakit itu menempati urutan pertama. Bahkan penyakit ISPA juga menempati urutan pertama penyakit penyebab kematian di rumah sakit di Imdonesia pada tahun yang sama dengan jumlah kematian 5.532 atau 4.9% dari total kematian.
Menurut dr. Daniati Kusumo Sutoyo SpP(K) dari RS Persahabatan , angka tersebut tidak bisa dianggap remeh dan disepelekan. Karena itu, perlu ditanamkan pemahaman lebih kepada masyarakat agar tidak menyepelekan batuk dan pilek.
Daniati menjelaskan batuk sebenarnya merupakan gejala gangguan pernafasan dan bukan suatu penyakit. Batuk adalah gangguan pernafasan yang sering terjadi di samping gejala pernafasan lainnya seperti sesak nafas, berdahak dan nyeri dada.
Dalam praktek kedokteran, batuk merupakan keluhan yang paling sering membawa pasien datang berobat. Sebenarnya batuk adalah cara tubuh menjaga agar tenggorok serta jalan nafas tetap bersih,” ujar Titi, sapaan akrab dr. Daniati, pada acara peluncuran kemasan baru obat batuk Decolsin di Jakarta, pekan lalu.
Titi mengakui pada dasarnya batuk merupakan mekanisme perlindungan tubuh khususnya saluran nafas untuk membersihkan jalan nafas dari benda asing atau partikel yang masuk lewat pernafasan manusia. Sehingga batuk bisa terjadi saat kondisi sehat dan sakit. Dalam kondisi sehat, lanjut Titi, banyak partikel dan debu yang m,asuk ke saluran nafas sehingga kita ingin mengeluarkannya. “Pada saat tersedak makanan atau minuman, kita juga secara refleks akan batuk. Sedangkan saat sedang sakit, akan ada peradangan di saluran nafas yang mengakibatkan iritasi dan rangsang refleks batuk serta upaya nafas mengelurakan lendir yang lebih banyak dan kental,” tambahnya.
Karena itulah, kata Titi, batuk dianggap biasa. Namun, ia menegaskan lagi, batuk yang berlangsung lebih dari  delapan minggu atau lebih dikenal dengan batuk kronik, dapat menimbulkan masalah lebih lanjut.

Batuk Kronik
Seseorang dengan batuk kronik merasa penyakitnya serius sehingga mudah putus asa, kelelahan, stress, mengalami gangguan organik, seperti otot perut sakit, buang air kecil dan besar yang tidak terkontrol saat batuk dan nyeri otot.
Titi menjelaskan sebenarnya batuk kronik tidak selalu merupakan tanda penyakit serius tetapi  batuk kronik perlu ditelusuri dengan cermat untuk mendapatkan penyebabnya sehingga penanganannya berorientasi pada penyebanya lebih ditekankan.
“Kenali keluhan yang mengikuti batuk dan tanda lainnya  untuk mengetahui penyebab keluhan batuk itu sendiri. Obat batuk diberikan dengan memperhatikan jenis batuk agar dapat memperhatikan pengobatan yang sesuai dengan keluhan batuknya,” jelasnya.
Batuk, lanjutnya, bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia. Mulai anak kecil sampai orang lanjut usia. Namun, anak-anak lebih mudah terkena batuk pilek. Dalam satu tahun mereka bisa terserang empat sampai delapan kali, tetapi biasanya enam kali dalam setahun. Orang dewasa pada umunya sebanyak dua sampai empat kali dalam setahun.
Batuk bisa dibedakan berdasarkan lamanya. Pertama batuk akut yang terjadi kurang dari tiga minggu pada keadaan sebelumnya tidak ada keluhan, dapat terjadi iritasi, penyempitan saluran nafas akut, dan infeksi akut virus dan bakteri.
Kedua, batuk kronik yang berlangsung lebih dari tiga minggu. Pada infeksi akut pernafasan akibat virus sering diikuti dengan batuk lama sekitar tiga sampai delapan minggu akibat kerusakan epitel saluran nafas, karena itu ada juga istilah batuk subakut yang berkisar tiga sampai delapan minggu.
Ketiga, batuk berdahak atau produktif dan keempat, batuk kering atau non produktif. Batuk produktif disebabkan sistem pernafasan perlu mengeluarkan lendir yang banyak dan berlebihan.
Untuk pengobatan diciptakan lingkungan yang hangat, minum air hangat yang cukup, istirahat yang cukup, makan sayur dan buah, makan makanan yang bergizi, serta mengkonsumsi obat batuk-pilek. Jika takut dengan obat-obatan yang mengandung banyak bahan kimia, dapat mencoba alternatif dengan terapi udara bersih.

sumber: Media Indonesia

Nafas Anakku Tidak Grook-grook Lagi

Agustus 1, 2007

resize-of-dsc00691.jpgWaktu Grace umur 2-3 bulan, kami sering mendengar tidurnya grook-grook karena banyak lendir. Apalagi kalo sedang batuk. Aduh kasihan mendengarnya… sebentar-sebentar spt tersedak dan tidak bisa pulas tidurnya.

Kami bersyukur, beberapa tahun sebelumnya kami pernah dikenalkan oleh saudara sepupu mengenai terapi udara dari Perancis. Alatnya sudah paten 100 thn lebih, dan pertama kali diciptakan untuk sanitasi udara di rumah sakit. Jadi kami juga pakai untuk Grace waktu itu. Selagi diterapi, suatu saat Grace batuk-batuk sampai mukanya merah. Kami sempat kuatir dan kami coba menelungkupkan badannya ditangan, lalu kami tepuk2 punggungnya…tiba-tiba Grace muntah dan mengeluarkan banyak sekali lendir. Setelah itu tidurnya lebih pulas dan tidak mendengkur.

Kami memang sepakat untuk seminim mungkin memberikan obat pada Grace. Kasihan masih kecil imun tubuhnya sedang belajar, dan lagi konsumsi obat-obatan tidak baik karena mengandung bahan kimia. Ditambah lagi di perumahan ini ventilasinya kurang dan kena imbas bau asap pabrik dan sampah. Saya bersyukur dapat solusi yang terbaik buat anak kami.

Pernah suatu saat Grace terkena virus yg menyebabkan keluar bintik-bintik merah di muka, badan dan kakinya. Tapi dengan terapi udara tersebut, Grace lebih cepat pulih dan tidak sampai panas yang terlampau tinggi.

Lagian dengan terapi udara, semua yang ada diruangan tersebut mendapat manfaatnya. Jadi dengan sekali treatment kami bisa mendapat banyak manfaatnya sekaligus. Jaman sekarang memang harus pinter2 menerapkan hukum ekonomi… 😉 Sambil terapi untuk anak, sekaligus untuk membersihkan udara kamar, bisa menggantikan obat nyamuk pula, …. Wah thanks God… sekarang Grace punya daya tahan tubuh yang baik. Beberapa kali tidur bersama mamanya yg lagi kena flu, Grace tidak tertular.

resize-of-dsc01374.jpg Bertumbuhlah jadi anak yang sehat yach Grace… Papa dan Mama berjanji memberikan yang terbaik, lingkungan yang baik untuk kamu berkembang…