Mencegah Paru-paru Basah

Februari 2, 2008 by

PASTI banyak di antara kita yang memiliki ruang santai dengan karpet yang menghampar sehingga kita sering tertidur dengan hanya beralaskan karpet bahkan tidur di lantai. Bahkan banyak juga yang masih menggunakan kasur langsung beralaskan lantai. Sebaiknya bagi yang memiliki kebiasaan tidur seperti di atas harus mulai waspada jika merasakan gejala sering sesak napas, batuk- batuk berdahak, dan nyeri dada. Bisa jadi gejala itu adalah tanda-tanda paru-paru basah. Bagi yang belum mengalami gejala di atas, sebaiknya ganti cara istirahat tidurnya. “Sebaiknya gunakan ranjang yang agak tinggi karena ranjang yang tinggi akan menghindarkan dari menghirup uap air yang berasal dari lantai. Namun bagi yang sudah merasakan gejala di atas, berhati-hatilah dan segera periksa ke dokter,” kata dr Zen Ahmad.

Biasanya seseorang yang dinyatakan menderita paru-paru basah akan menjalani terapi hingga 6 bulan. Bila benar dinyatakan menderita paru-paru basah, atau merasa mengalami gejala sesak napas, batuk dan sebagainya, Prof dr Hembing menyarankan cara herbal untuk pengobatan. Misalnya, daun Pegagan dan daun Sambiloto. Herbal ini terbukti mampu membantu penyembuhan paru- paru basah. Biasanya pengaruh yang dirasakan pertama adalah hilangnya rasa sesak napas dan nyeri pada dada. (sin)

sumber: Sriwijaya Post

Kurang Tidur Meningkatkan Resiko Diabetes

Januari 3, 2008 by

Membaca kompas hari Rabu, 2 Januari 2008 cukup mengejutkan. Ternyata kualitas tidur yang kurang, meningkatkan resiko diabetes. Dikatakan bahwa tidur ada stadiumnya, tidur dangkal dan tidur dalam. Menurut psikiater Danardi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saat mulai tertidur hingga 1 – 1,5 jam kemudian, stadium tidur dangkal berubah menjadi dalam. Saat tidur terjadi perubahan gelombang listrik otak, kian banyak gelombang kecil per detiknya, makin lelap dan tenang tidur seseorang (tidur dalam). Tidur dalam atau tidur dengan gelombang otak rendah adalah bentuk tidur paling menyembuhkan / menyegarkan dan sangat penting bagi kesehatan mental. Sementara itu hasil studi dari peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Chicago, Amerika Serikat, ternyata tidur dangkal dalam tiga hari saja dapat menurunkan kemampuan tubuh memproses glukosa secara drastis yang berakibat meningkatnya resiko diabetes.

Penelitian dilakukan dengan sembilan relawan sehat berumur 20-31 tahun. Mereka tidur pada satu laboratorium khusus, mulai jam 11 malam dan bangun pukul 07.30. Selama lima hari berturut-turut, dua malam pertama mereka tidur tanpa gangguan. Tetapi tiga malam berikutnya, mereka diganggu dengan alat pengeras suara didekat tempat tidur, yang memancarkan suara dengan tingkat rendah, saat gelombang otak mereka mengidentifikasikan sedang memasuki stadium tidur dalam. Rupanya walaupun suara tersebut tidak cukup keras untuk membangunkan mereka, tapi mampu mengurangi stadium tidur dalam hingga 90%. Setelah mengalami gangguan tidur, sensitivitas insulin para relawan telah menurun hingga 25%. Artinya mereka butuh lebih banyak insulin untuk mengatur agar jumlah glukosa tetap sama. Tetapi pengeluaran insulin tidak meningkat pada delapan subyek penelitian. Hal ini mengakibatkan mereka mengalami peningkatan kadar gula darah hingga 23%. Maka dari itu, hasil studi ini merekomendasikan agar strategi untuk memperbaiki kualitas tidur perlu diterapkan sebaik perbaikan kuantitas tidur.

Terapi udara bersih bisa menjadi salah satu solusi mendapatkan kualitas tidur yang baik. Seperti yang dialami temanku Yuli, yang mengalami diabetes. Suatu saat gula darahnya mencapai angka 400. Dengan diet seperlunya, dibantu dengan menggunakan alat terapi udara sepanjang malam, maka keesokan hari gula darahnya sudah turun menjadi 200. Hari berikutnya secara signifikan berangsur-angsur turun hingga 170 dan akhirnya normal. Menurutnya, saat diterapi memang dirasakan tidur lebih berkualitas dibanding biasanya. Hal yang sama terjadi pada beberapa kasus pasien kanker stadium tinggi, mereka sangat terbantu mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dengan menggunakan alat terapi udara tersebut.

sumber: kompas, yahoonews

Mengatasi Alergi Debu Rumah

Desember 15, 2007 by

Debu yang ada dalam lingkungan rumah dan terhirup pada waktu menarik napas sering merupakan sumber penyakit alergi. Seseorang dengan bakat alergi bila terpapar debu rumah, berulang kali dapat membentuk antibodi yang dapat menimbulkan reaksi alergi. Pada orang yang tidak mempunyai bakat alergi, tidak akan menimbulkan reaksi alergi bila terpapar oleh debu rumah.

Debu rumah?

Debu rumah mengandung berbagai bahan seperti serat kain, serat kapuk, jamur, sisa makanan, rambut, bulu hewan, tungau, dan sebagainya.

Tungau merupakan komponen debu rumah yang paling penting karena paling sering menyebabkan alergi. Tungau merupakan binatang yang sangat kecil seperti kutu dan tidak tampak oleh mata. Tungau hidup dari serpihan kulit manusia dan biasanya tungau ini terdapat pada kasur dan bantal, terutama yang terbuat dari kapuk.

Bahan pengisi bantal, kasur, kursi, mainan dan buku-buku yang sudah lama, korden, karpet, selimut, dan sebagainya merupakan tempat mengumpulnya debu rumah.

Pada orang yang alergi terhadap debu rumah, biasanya gejala akan muncul bila terpapar oleh debu rumah tersebut. Gejalanya berupa bersin-bersin, buntu hidung, hidung berair dan rasa gatal pada hidung. Kadang rasa gatal dapat dirasakan pada mata ataupun langit-langit mulut.

Gejala ini biasanya terjadi sepanjang tahun, tidak tergantung pada musim. Pada penderita yang sensitif, gejala ini dapat muncul oleh karena rangsangan bau yang menyengat, udara dingin, asap rokok, dan sebagainya.

Cara menghindari Baca entri selengkapnya »

Anion=Ion Negatif Yang Berdampak Positif

Desember 13, 2007 by

Rahasia Piramida Kuno di Mesir
Piramida Mesir bukan hanya menyimpan misteri mummi. Para peneliti yang bekerja di salah satu keajaiban dunia itu mengungkapkan keheranannya karena tubuhnya menjadi lebih sehat. Penderitaan berupa pegal-pegal pun hilang. Padahal mereka tidak pernah minum jamu pegal linu seperti aksi Topan dalam iklan jamu…

Sampah berupa sisa makanan dan bangkai hewan yang tercecer di area piramida juga luput dari pembusukan. Hal tersebut telah menarik minat para peneliti untuk menyelidiki sebab musababnya. Makanan dan menjadi busuk akibat aktivitas bakteri menguraikan senyawa organik. Jika tidak terjadi pembusukan, berarti aktivitas bakteri pembusuk terhambat oleh beberapa faktor yaitu:

  • lingkungan bersuhu ekstrem, yaitu suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah seperti di kutub/ruang pendingin atau kawah gunung berapi
  • ruang hampa udara seperti di luar angkasa
  • lingkungan perairan yang mengandung sulfur dalam jumlah banyak

Ketiga kondisi tersebut tidak ditemukan dalam piramida. Para peneliti dari lembaga riset pertanian di Amerika kemudian membuat eksperimen menggunakan ayam. Ayam-ayam tersebut dikelompokkan menjadi dua grup dan ditempatkan di ruang yang mengandung bakteri. Ayam-ayam pada grup pertama diberi ion negatif, sedangkan grup kedua tidak diberi apa-apa. Setelah beberapa hari, ternyata semua ayam pada grup kedua mati. Sebaliknya, ayam pada kelompok pertama tetap sehat dan bugar. Baca entri selengkapnya »

Malas Bersih-bersih Asma Kumat

Desember 7, 2007 by

Asma merupakan penyakit radang kronis saluran napas yang tidak bisa disembuhkan, bersifat hilang dan kemudian timbul lagi. Asma dapat tenang terkontrol tetapi bisa tiba-tiba kambuh dan mengganggu aktivitas penderitanya.

Menurut World Health Organization (WHO), jumlah penderita asma di Indonesia meningkat setiap tahun. Asma tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat ditekan kemunculannya dengan menghindari faktor-faktor pemicu.

Salah satu faktor pencetus asma adalah polusi udara. Di kota-kota besar, terutama di Jakarta, polusi udara merupakan masalah bersama. Semakin hari semakin sukar untuk dihindari, bahkan dampak buruknya semakin terasa.

Polusi udara tidak hanya terjadi di luar ruangan, tetapi merambah ke dalam ruangan. Polusi udara dalam ruangan merupakan ancaman bagi mereka yang tinggal lebih lama di dalam rumah ataupun kantor, terutama bagi penderita penyakit kronis pernapasan seperti asma.

Polusi udara di dalam ruangan disebabkan oleh ventilasi udara yang tidak lancar atau terdapat sumber polusi di dalam ruangan tersebut. Polutan yang masuk dari luar ke dalam ruangan juga menjadi penyebab polusi dalam ruangan. Baca entri selengkapnya »