Global Warming Mengancam Kehidupan Manusia

by

Global Warming atau Pemanasan Global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut, dan daratan karena radiasi matahari yang terperangkap di bumi. Menurut World Wild Foundation (WWF), kadar CO2 yg meningkat disebabkan oleh pembakaran fossil fuel spt batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Pembakaran tersebut melepas karbondioksida (CO2), gas metan (CH4), nitrous oksida (N2O), hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCs), dan sulphur hexafluoride (SF6) di atmosfir yang dikenal sebagai Gas Rumah Kaca (GRK).

GRK dapat dihasilkan secara alamiah maupun kegiatan manusia. Peristiwa alam yang bisa menghasilkan GRK, misal: letusan gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, dan peternakan. Sementara sebagian besar yang menyebabkan perubahan komposisi GRK di atmosfer adalah gas-gas buang yang teremisikan ke angkasa sebagai hasil sampingan dari aktifitas manusia melalui kegiatan perindustrian, transportasi, penyediaan energi listrik, dan hal lain yang bersifat membakar suatu bahan. Bahkan, kita bernapas pun menghasilkan GRK.

Menimbulkan 35 Jenis Penyakit Infeksi Baru
Dampak dari pemanasan global diprediksi dapat mengancam kehidupan manusia. Menurut laporan badan panel PBB antarpemerintah tentang perubahan iklim (Intergovermental Panel on Climate Change) menyebutkan rata-rata temperatur permukaan bumi sekitar 15 derajat Celsius (59 derajat Fahrenheit). Dalam kurun waktu seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur itu meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit).

Para ilmuwan memperkirakan keadaan akan lebih panas pada th 2100 yang mencapai 1,4-5,8 derajat Celsius (2,5-10,4 derajat Fahrenheit). Kenaikan temperatur tersebut akan mencairkan es di kutub dan menghangatkan lautan. Akibatnya, volume lautan meningkat dan permukaannya naik sekitar 9-100 sentimeter. Banjir akan timbul di daerah pantai dan mungkin menenggelamkan pulau-pulau. Terdapat sekitar 35 jenis penyakit infeksi baru yang timbul akibat perubahan iklim, misalnya: penyakit malaria. Wilayah penyebarannya bakal makin meluas. Sebab nyamuk berkembang biak pada suhu lembab dan panas.

Dampak pemanasan global yang utama, antara lain kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir dan kebakaran hutan. Hal ini akan berdampak terhadap kesehatan manusia, misalnya kualitas air minum kita, makanan yang kita makan, dan udara yang kita hirup.

Salah satu pencegahan penyakit-penyakit itu bisa melalui Sistem Bio Informatika, yaitu penanganan perubahan dengan mengadakan peringatan dini sebelum terjadi wabah. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan mengembangkan Desa Sehat oleh DepKes. Caranya dengan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan, antara lain pengamanan vaksin yang dulu memakai minyak tanah, kini menggunakan tenaga surya.

Sumber: Ad Info

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: