Polusi yang Diterima Ibu akan Pengaruhi Janin

by

Sebuah penelitian terhadap bayi-bayi di New York menunjukkan bahwa polusi udara yang harus dihadapi ibu-ibu hamil ternyata berhubungan dengan perubahan genetis – antara lain meningkatnya resiko terkena kanker – pada anak mereka.

Penelitian yang dilakukan Universitas Columbia itu melibatkan 60 bayi dan ibu mereka (semua tidak merokok), yang tinggal di lingkungan menengah ke bawah di Harlem dan Bronx.

Polusi udara dari gas buangan kendaraan yang diterima para ibu diukur menggunakan alat pemonitor kualitas udara. Alat ini dipakai para ibu selama tiga bulan terakhir kehamilannya.

Ketika bayi-bayi lahir, dilakukan pengukuran genetis terhadap mereka. Hasilnya, para peneliti menemukan sekitar 50 persen peningkatan abnormalitas genetis pada bayi-bayi yang ibunya banyak mendapat polusi, ungkap Dr. Frederica Perera, peneliti utama study ini.

“Kami sesungguhnya sudah tahu bahwa polusi udara mempengaruhi pertumbuhan janin, namun baru kali ini kami menemukan bukti polusi bisa pula mengubah kromosom di rahim,” kata Perera, Kamis (17/2).

Dikatakannya, perubahan genetis yang terjadi berkaitan dengan meningkatnya resiko kanker pada anak. “Namun kami tidak bisa memperkirakan berapa persisnya peningkatan resiko itu,” ujarnya.

Study yang dipublikasikan di journal Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention ini adalah bagian dari proyek penelitian lebih besar yang meneliti efek polusi udara, pestisida, dan asap rokok terhadap kesehatan janin.

James Quinn, ahli biologi di Universitas McMaster di Ontario, Kanada, yang turut dalam penelitian mengenai pengaruh polusi pada mutasi genetik tikus, mengatakan study Columbia perlu diperhatikan.

“Study ini sebaiknya ditindaklanjuti karena polusi udara bisa mempengaruhi kesehatan dan perubahan genetis bagi anak-anak kita,” katanya. “Walau tidak tertutup kemungkinan adanya sebab lain yang mengakibatkan abnormalitas, namun tertuduh utama tetaplah polusi udara.”

Oleh karena itu, ibu-ibu yang sedang mengandung sebaiknya menjauh dari wilayah-wilayah yang polusi udaranya tinggi, agar anak tidak mengalami perubahan genetik yang merugikan. (AP/cnn.com/wsn)

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: