Kaitan Polusi dan Penyakit Jantung Pada Perempuan

by

Hidup di daerah perkotaan dengan kualitas udara yang kotor seharusnya membuat kita lebih peduli pada kesehatan. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa polusi udara meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama pada kaum perempuan. Semakin tua usia seseorang, makin tinggi dampak buruknya terasa.

Tim ilmuwan dari Universitas Washington, Amerika Serikat (AS), mengamati 66 ribu perempuan sehat berusia 50-79 tahun di 36 kota di AS. Kota-kota tersebut memiliki tingkat pencemaran antara 4-20 mikrogram per kubik meter. Selama 10 tahun, tim peneliti memonitor kesehatan para perempuan tersebut, yang meliputi serangan jantung, stroke, operasi bypass, atau penyakit kardiovaskular.

Ternyata dari seluruh responden sekitar 1.816 perempuan mengalami satu atau lebih masalah yang berkaitan dengan kardiovaskular atau jantung. Data-data tersebut kemudian dibandingkan dengan polusi udara dari tempat mereka tinggal.

Pada udara yang kotor, ada partikel kecil yang diameternya kurang dari 2.5 mikron, jika 30-40 partikel tersebut disatukan lebarnya setara dengan sehelai rambut manusia. Partikel-partikel super kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata tersebut akan masuk ke dalam paru-paru.

Menurut tim periset, 10 mikrogram per kubik meter polutan udara bisa meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke hingga 76 persen. Pada wanita, risiko tersebut akan lebih besar, meningkat hingga 128 persen setiap peningkatan level polusi.

Hasil riset yang dilaporkan dalam New England Journal of Medicine tersebut menjelaskan bahwa ukuran pembuluh darah arteri koroner perempuan lebih kecil dibandingkan pada laki-laki, sehingga dampak buruk pencemaran lebih terasa dibandingkan pada laki-laki. Selain itu, tim peneliti juga mengingatkan bahwa dampak buruk polusi udara semakin parah pada wanita berusia lanjut.

“Partikel-partikel ini dihasilkan dari pembakaran minyak fosil (BBM) dari kendaraan serta industri. Jika manusia menghirupnya, dampaknya akan buruk”, kata ketua tim peneliti, Profesor Joel Kaufman.

“Orang yang memiliki penyakit paru-paru kronis atau penyakit jantung sebaiknya menghindari tinggal di kota yang memiliki kualitas udara buruk,” katanya.

Sumber: BBC
Penulis: An

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: