Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

by

Kualitas udara di Jakarta menduduki peringkat ketiga terburuk sedunia setelah Meksiko City dan Bangkok berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2006.

“Udara Jakarta dipenuhi racun yang berasal dari asap kendaraan bermotor, industri, dan lainnya. Kota ini tidak memiliki cukup ruang terbuka hijau yang mampu membantu menetralisir racun tersebut,” kata Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Budirama Natakusumah, Rabu (27/12).

Dari seluruh cakupan luas wilayah DKI Jakarta, hanya sembilan persen di antaranya menjadi ruang terbuka hijau. Padahal, kebutuhan riil untuk mengimbangi buruknya pencemaran udara sedikitnya ada ruang terbuka hijau seluas 30 persen dari total luas wilayah DKI Jakarta.

Selain ruang terbuka hijau, Jakarta juga belum memiliki sistem pemantauan kualitas udara yang mampu menghasilkan data akurat sebagai dasar upaya pengendalian pencemaran udara.

Budirama mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang memperbaiki sistem pemantauan kualitas udara mulai Januari 2007. Namun, upaya ini terbentur alasan klise, yaitu kekurangan dana, sumber daya manusia, dan peralatan.

“Jakarta memerlukan 25 stasiun pemantau kualitas udara untuk menghasilkan transparansi informasi yang jelas, benar, dan akurat. Tahun 2007, kami berusaha mewujudkannya,” kata Budirama.

sumber : Kompas

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: