Arsip untuk November, 2007

Kamar AC Bebas Asap Rokok

November 27, 2007

Saat masih bekerja di sebuah perusahaan leasing, saya pernah punya pengalaman menggunakan alat terapi udara untuk menghilangkan asap rokok. Waktu itu ada gathering dealer dan kami menginap di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Di kamar berkumpul saya, 4-5 rekan kerja, seorang pemilik dealer, dan 2 orang area manager. Seperti biasa sambil bersantai, berbincang sambil merokok. Karena tidak merokok, saya minta untuk menggunakan alat untuk membersihkan ruangan.

Setengah jam sudah berlalu dengan 7-8 orang merokok di kamar AC tersebut. Semestinya ruangan itu akan dipenuhi asap rokok. Kemudian saya tanyakan apakah ada yang melihat asap rokok?, ‘Lo, iya yach.. kok tidak ada asapnya?’ Itulah fungsi ozone (O3) selain mengikat bau dan asap, juga menetralkan racun dalam asap rokok. Maka sekarang ada rekan-rekan yang memakainya untuk ruang rapat di perusahaan/kantor.

Polusi yang Diterima Ibu akan Pengaruhi Janin

November 15, 2007

Sebuah penelitian terhadap bayi-bayi di New York menunjukkan bahwa polusi udara yang harus dihadapi ibu-ibu hamil ternyata berhubungan dengan perubahan genetis – antara lain meningkatnya resiko terkena kanker – pada anak mereka.

Penelitian yang dilakukan Universitas Columbia itu melibatkan 60 bayi dan ibu mereka (semua tidak merokok), yang tinggal di lingkungan menengah ke bawah di Harlem dan Bronx.

Polusi udara dari gas buangan kendaraan yang diterima para ibu diukur menggunakan alat pemonitor kualitas udara. Alat ini dipakai para ibu selama tiga bulan terakhir kehamilannya.

Ketika bayi-bayi lahir, dilakukan pengukuran genetis terhadap mereka. Hasilnya, para peneliti menemukan sekitar 50 persen peningkatan abnormalitas genetis pada bayi-bayi yang ibunya banyak mendapat polusi, ungkap Dr. Frederica Perera, peneliti utama study ini.

“Kami sesungguhnya sudah tahu bahwa polusi udara mempengaruhi pertumbuhan janin, namun baru kali ini kami menemukan bukti polusi bisa pula mengubah kromosom di rahim,” kata Perera, Kamis (17/2).

Dikatakannya, perubahan genetis yang terjadi berkaitan dengan meningkatnya resiko kanker pada anak. “Namun kami tidak bisa memperkirakan berapa persisnya peningkatan resiko itu,” ujarnya.

Study yang dipublikasikan di journal Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention ini adalah bagian dari proyek penelitian lebih besar yang meneliti efek polusi udara, pestisida, dan asap rokok terhadap kesehatan janin.

James Quinn, ahli biologi di Universitas McMaster di Ontario, Kanada, yang turut dalam penelitian mengenai pengaruh polusi pada mutasi genetik tikus, mengatakan study Columbia perlu diperhatikan.

“Study ini sebaiknya ditindaklanjuti karena polusi udara bisa mempengaruhi kesehatan dan perubahan genetis bagi anak-anak kita,” katanya. “Walau tidak tertutup kemungkinan adanya sebab lain yang mengakibatkan abnormalitas, namun tertuduh utama tetaplah polusi udara.”

Oleh karena itu, ibu-ibu yang sedang mengandung sebaiknya menjauh dari wilayah-wilayah yang polusi udaranya tinggi, agar anak tidak mengalami perubahan genetik yang merugikan. (AP/cnn.com/wsn)

Anak Asma Tidak Boleh Berada di Ruangan Ber-AC?

November 8, 2007

Oleh: Dr. Hardiono
Pendapat bahwa anak asma tidak boleh berada diruangan ber-AC itu tidak sepenuhnya benar. Dua penelitian menyatakan adanya perbaikan gejala asma dan pengurangan kebutuhan obat asma setelah pemakaian AC pada 40-75% subyek. Dua penelitian lainnya menyatakan bahwa pemakaian AC tidak mempengaruhi timbulnya gejala asma ataupun alergi.

Tetapi kok ada anak yang asmanya jadi sering kambuh setelah berada di ruangan ber-AC?
Sebetulnya yang berperan dalam terjadinya kekambuhan asma adalah adanya kontaminasi mikroba dan partikel-partikel polutan yang ikut terjebak di AC dan ikut dalam perputaran udara dalam ruangan tersebut. Perlu diingat bahwa AC tidak berfungsi sebagai ventilasi akan tetapi hanya berfungsi untuk mendinginkan dan melembabkan saja. Saat ini hampir semua AC sudah dilengkapi dengan filter udara untuk menyaring partikel-partikel kontaminan dalam udara. Partikel-partikel itu selanjutnya akan menempel pada permukaan filter udara dan ditambah dengan kelembaban yang cukup tinggi maka menjadi tempat yang cocok untuk tumbuhnya jamur. Jamur dan partikel partikel tersebut ikut terpancar sesuai dengan sirkulasi udara dalam ruangan sehingga partikel itu akhirnya terhirup oleh orang yang ada diruangan tersebut. Bila partikel ini terhirup oleh orang yang mengidap asma maka asmanya dapat kambuh.

Bagaimana strategi penggunaan AC untuk anak asma?
Saat membeli AC pilihlah AC yang berkualitas, pilihlah AC yang memakai filter udara. Jangan hanya memilih berdasarkan harga saja.
Jangan lupa membersihkan untuk men-service AC anda sesuai dengan petunjuk pabrik.
Pada saat menghidupkan AC, tutup pintu dan jendela.
Rajin-rajinlah membersihkan filter udara pada AC anda.

RUJUKAN:
National Academy of Sciences. Impact of ventilation and air cleaning on asthma.
Diunduh dari http://books.nap.edu/catalog/9610.html. Diakses tanggal 28 Maret 2005.