Arsip untuk Agustus, 2007

Kaitan Polusi dan Penyakit Jantung Pada Perempuan

Agustus 15, 2007

Hidup di daerah perkotaan dengan kualitas udara yang kotor seharusnya membuat kita lebih peduli pada kesehatan. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa polusi udara meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama pada kaum perempuan. Semakin tua usia seseorang, makin tinggi dampak buruknya terasa.

Tim ilmuwan dari Universitas Washington, Amerika Serikat (AS), mengamati 66 ribu perempuan sehat berusia 50-79 tahun di 36 kota di AS. Kota-kota tersebut memiliki tingkat pencemaran antara 4-20 mikrogram per kubik meter. Selama 10 tahun, tim peneliti memonitor kesehatan para perempuan tersebut, yang meliputi serangan jantung, stroke, operasi bypass, atau penyakit kardiovaskular.

Ternyata dari seluruh responden sekitar 1.816 perempuan mengalami satu atau lebih masalah yang berkaitan dengan kardiovaskular atau jantung. Data-data tersebut kemudian dibandingkan dengan polusi udara dari tempat mereka tinggal.

Pada udara yang kotor, ada partikel kecil yang diameternya kurang dari 2.5 mikron, jika 30-40 partikel tersebut disatukan lebarnya setara dengan sehelai rambut manusia. Partikel-partikel super kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata tersebut akan masuk ke dalam paru-paru. (lagi…)

SILENT KILLER

Agustus 11, 2007

silentkillers.jpg

Mau gak sich kita makan makanan yg sudah dikunyah orang lain? Atau minum minuman yg sudah dikumur2 orang lain?…hiii jijik yach…
Tapi sadar gak kalo dalam satu ruangan kita suka tukar2an oksigen bekas dihirup orang, dikeluarkan, trus kita yg hirup lagi.. sudah kita pakai, kita buang, trus dihirup lagi sama orang disebelah kita ?! Join-an kuman donk..!
Nah, kayaknya mulai sekarang kita perlu perhatian dgn kebutuhan yg SUPER PRIMER ini.

Judul di atas kayak salah satu film horor di televisi yach..
Tapi begitulah fakta yg kita dapat dari polusi udara di dalam ruangan.
Menurut EPA (Environmental Protection Agency) polusi udara di DALAM ruangan 2-10X lebih BERBAHAYA daripada diluar ruangan. Bahkan dipertegas oleh WHO (World Health Organitation), bahwa 2 juta orang di dunia meninggal karena polusi udara dan 1,5 juta diantaranya karena polusi udara dalam ruangan.

Kenapa bisa begitu? Penyebab buruknya kualitas udara dalam ruangan, karena :
• Sirkulasi udara yg buruk
Padatnya penduduk membuat perumahan sekarang berhimpitan dan kurang ventilasi. Akibatnya debu, bakteri, jamur dan tungau (kutu debu-salah satu penyebab asma) bertumpuk.
• Pemakaian AC
Selain banyak menumpuk debu, AC juga membuat berkurangnya kadar oksigen dalam ruangan. Sebab pemakaian AC biasanya dilakukan diruang tertutup (tidak ada sirkulasi udara).
• Pemakaian bahan kimia
Di dalam rumah kita selalu menggunakan : pembersih kimia, peptisida, gypsum, wallpaper, cat, plitur, karpet, tirai. Semua bahan tersebut berpotensi mengakibatkan polusi udara karena menyimpan debu, bau menyengat, bahkan ada yg beracun.
Padahal 90% waktu kita dihabiskan dalam ruangan. Di kamar, di ruang keluarga, di kantor, bahkan dalam perjalanan pun di dalam ruangan mobil.

Sebenernya yang membuat polusi udara dalam ruangan berbahaya karena : tidak terlihat, tidak terdengar, tidak terasa, bahkan tidak tercium, jadi dianggap tidak ada masalah. Bahkan kita sering menerima informasi yang menyesatkan, spt misalnya ada salah satu obat nyamuk yang menggunakan wangi Lavender. Karena wangi kita menganggap tidak berbahaya, padahal judulnya tetap saja peptisida, beracun dan berbahaya bagi tubuh. Maka cocok sekali Polusi Udara dalam Ruangan kita sebut sebagai Silent Killer – Pembunuh yang Tak Terlihat.

Chikungunya hits Jambi Residents

Agustus 10, 2007

Sumber : Jakarta Post
Wednesday, July 25, 2007

JAMBI, Jambi: Twenty-four Mendalolaut villagers tested positive for chikungunya disease at the Muarojambi Health Office in Jami on Tuesday.

Out of the 24 villagers, 15 are already paralyzed by the disease.

This is the second outbreak of the disease in the area in the past six months, after dozens of housing complex residents reported became ill.

“All residents have been examined,” the health office head Aspan Effendi said.

He said the chikungunya outbreak had started in Mendalolaut village in June, where two villagers sought treatment for the disease.

Chikungunya, like dengue fever, is contracted through a mosquito bite and is characterized by an extremely high fever, but differs in its symptoms of severe joint pain (arthralgia) that last up to a week.

Chikungunya is caused by a self-limiting febrile virus that is transmitted through the bite of either the Yaedes africanus or the Aedes albopictus mosquitoes, which can alseo carry the dengue fever virus – JP

WASPADAI BATUK YANG BUKAN BATUK BIASA

Agustus 2, 2007

Sering kali kita menyepelekan batuk dan pilek. “ Ah, Cuma batuk,” atau “ah, Cuma pilek.” Ucapan itu sering terdengar dari mulut penderita. Kita beranggapan dengan minum obat batuk dan pilek yang dibarengi dengan istirahat, masalah akan teratasi. Meskipun kedengarannya mudah dan biasa, masalah batuk sebenarnya tidaklah demikian.
Bila merujuk ke data dari Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI pada 2004, infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA) berada di sepuluh besar penyakit dan kematian di rumah sakit di Indonesia. Dengan jumlah 1.040.505 atau sama dengan 8.5% dari seluruh kunjungan pasien ke rumah sakit, penyakit itu menempati urutan pertama. Bahkan penyakit ISPA juga menempati urutan pertama penyakit penyebab kematian di rumah sakit di Imdonesia pada tahun yang sama dengan jumlah kematian 5.532 atau 4.9% dari total kematian.
Menurut dr. Daniati Kusumo Sutoyo SpP(K) dari RS Persahabatan , angka tersebut tidak bisa dianggap remeh dan disepelekan. Karena itu, perlu ditanamkan pemahaman lebih kepada masyarakat agar tidak menyepelekan batuk dan pilek.
Daniati menjelaskan batuk sebenarnya merupakan gejala gangguan pernafasan dan bukan suatu penyakit. Batuk adalah gangguan pernafasan yang sering terjadi di samping gejala pernafasan lainnya seperti sesak nafas, berdahak dan nyeri dada.
Dalam praktek kedokteran, batuk merupakan keluhan yang paling sering membawa pasien datang berobat. Sebenarnya batuk adalah cara tubuh menjaga agar tenggorok serta jalan nafas tetap bersih,” ujar Titi, sapaan akrab dr. Daniati, pada acara peluncuran kemasan baru obat batuk Decolsin di Jakarta, pekan lalu.
Titi mengakui pada dasarnya batuk merupakan mekanisme perlindungan tubuh khususnya saluran nafas untuk membersihkan jalan nafas dari benda asing atau partikel yang masuk lewat pernafasan manusia. Sehingga batuk bisa terjadi saat kondisi sehat dan sakit. Dalam kondisi sehat, lanjut Titi, banyak partikel dan debu yang m,asuk ke saluran nafas sehingga kita ingin mengeluarkannya. “Pada saat tersedak makanan atau minuman, kita juga secara refleks akan batuk. Sedangkan saat sedang sakit, akan ada peradangan di saluran nafas yang mengakibatkan iritasi dan rangsang refleks batuk serta upaya nafas mengelurakan lendir yang lebih banyak dan kental,” tambahnya.
Karena itulah, kata Titi, batuk dianggap biasa. Namun, ia menegaskan lagi, batuk yang berlangsung lebih dari  delapan minggu atau lebih dikenal dengan batuk kronik, dapat menimbulkan masalah lebih lanjut.

Batuk Kronik
Seseorang dengan batuk kronik merasa penyakitnya serius sehingga mudah putus asa, kelelahan, stress, mengalami gangguan organik, seperti otot perut sakit, buang air kecil dan besar yang tidak terkontrol saat batuk dan nyeri otot.
Titi menjelaskan sebenarnya batuk kronik tidak selalu merupakan tanda penyakit serius tetapi  batuk kronik perlu ditelusuri dengan cermat untuk mendapatkan penyebabnya sehingga penanganannya berorientasi pada penyebanya lebih ditekankan.
“Kenali keluhan yang mengikuti batuk dan tanda lainnya  untuk mengetahui penyebab keluhan batuk itu sendiri. Obat batuk diberikan dengan memperhatikan jenis batuk agar dapat memperhatikan pengobatan yang sesuai dengan keluhan batuknya,” jelasnya.
Batuk, lanjutnya, bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia. Mulai anak kecil sampai orang lanjut usia. Namun, anak-anak lebih mudah terkena batuk pilek. Dalam satu tahun mereka bisa terserang empat sampai delapan kali, tetapi biasanya enam kali dalam setahun. Orang dewasa pada umunya sebanyak dua sampai empat kali dalam setahun.
Batuk bisa dibedakan berdasarkan lamanya. Pertama batuk akut yang terjadi kurang dari tiga minggu pada keadaan sebelumnya tidak ada keluhan, dapat terjadi iritasi, penyempitan saluran nafas akut, dan infeksi akut virus dan bakteri.
Kedua, batuk kronik yang berlangsung lebih dari tiga minggu. Pada infeksi akut pernafasan akibat virus sering diikuti dengan batuk lama sekitar tiga sampai delapan minggu akibat kerusakan epitel saluran nafas, karena itu ada juga istilah batuk subakut yang berkisar tiga sampai delapan minggu.
Ketiga, batuk berdahak atau produktif dan keempat, batuk kering atau non produktif. Batuk produktif disebabkan sistem pernafasan perlu mengeluarkan lendir yang banyak dan berlebihan.
Untuk pengobatan diciptakan lingkungan yang hangat, minum air hangat yang cukup, istirahat yang cukup, makan sayur dan buah, makan makanan yang bergizi, serta mengkonsumsi obat batuk-pilek. Jika takut dengan obat-obatan yang mengandung banyak bahan kimia, dapat mencoba alternatif dengan terapi udara bersih.

sumber: Media Indonesia

Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Agustus 2, 2007

Kualitas udara di Jakarta menduduki peringkat ketiga terburuk sedunia setelah Meksiko City dan Bangkok berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2006.

“Udara Jakarta dipenuhi racun yang berasal dari asap kendaraan bermotor, industri, dan lainnya. Kota ini tidak memiliki cukup ruang terbuka hijau yang mampu membantu menetralisir racun tersebut,” kata Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Budirama Natakusumah, Rabu (27/12).

Dari seluruh cakupan luas wilayah DKI Jakarta, hanya sembilan persen di antaranya menjadi ruang terbuka hijau. Padahal, kebutuhan riil untuk mengimbangi buruknya pencemaran udara sedikitnya ada ruang terbuka hijau seluas 30 persen dari total luas wilayah DKI Jakarta. (lagi…)